
Ia menambahkan, poin penting yang sangat dihargai Dewan Kesenian adalah rencana pembangunan gedung representatif untuk kegiatan berkesenian.
Selain itu, konsep lorong-lorong tematik yang menghadirkan karya seni rupa juga dinilai sebagai inovasi baru yang belum ditemui di kota lain di Indonesia.
“Beberapa kota yang saya kunjungi belum ada usulan seperti ini. Mudah-mudahan bisa terwujud. Yang terpenting juga soal regenerasi, bagaimana anak-anak muda mau terlibat dalam kegiatan kebudayaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juniar menegaskan pentingnya kolaborasi dan kemitraan antara Dewan Kesenian Makassar dengan Pemerintah Kota agar program seni dan budaya berjalan maksimal.
Audiensi tersebut juga menjadi ajang silaturahmi pengurus baru Dewan Kesenian Makassar periode 2025–2030.
Dalam kesempatan itu, pengurus menyampaikan program kerja, sekaligus memohon kesiapan Wali Kota untuk melantik secara resmi kepengurusan baru.
“Waktu pelantikan nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Kebudayaan,” tuturnya.
Hadir Ketua DKM terpilih, Juniar Arge, didampingi Ketua Harian Armin Mustamin Toputiri, Wakil Ketua II Ahmadi Haruna, Sekjen Arman Yunus, Wakil Sekretaris Budi Santoso, Bendahara Anggaraini Herman, serta sejumlah pengurus komite.





