
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan dan kehadiran lurah di tengah masyarakat. Menurutnya, wibawa lurah bukan hanya diukur dari jabatan, tetapi juga dari keseriusan hadir mendengar dan menyelesaikan persoalan warga.
“Tidak harus glamor, tapi jangan asal-asalan. Kehadiran kita harus memberi kesan serius dan peduli,” jelasnya.
Lebih jauh, Munafri menyoroti soal integritas sebagai nilai utama yang wajib dijaga. Para lurah dituntut untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, pelayanan publik yang maksimal, dan komitmen penuh dalam menyelesaikan persoalan warga di wilayah masing-masing.
“Jabatan bisa hilang, rumah bisa hilang, kendaraan bisa hilang. Tapi integritas jangan pernah hilang, sengaja maupun tidak. Saya tidak pernah main-main soal integritas,” tegasnya.
Munafri berharap bimtek dan retreat ini dapat menjadi ruang interaksi yang produktif. Ia menekankan agar lurah tidak cukup hanya mendengar materi, tetapi harus aktif berinteraksi, berdiskusi, dan mencari solusi nyata dari persoalan di tengah masyarakat.
“Kalau hanya mau mendengar, cukup bikin rekaman lalu diputar. Tapi yang kita harapkan adalah interaksi yang bisa memecahkan masalah,” tandasnya.





