
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Pengurus Pemuda Katolik Kota Makassar yang dipimpin langsung Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Selatan, Erika Tamsil, di Balai Kota Makassar, Selasa (7/10/2025).
Audiensi ini menjadi simbol keterbukaan Pemkot Makassar terhadap dialog lintas komunitas. Sebagai kota metropolitan dengan keragaman agama, budaya, dan etnis, Makassar selalu menempatkan kolaborasi sosial sebagai fondasi pembangunan.
Untuk itu, Munafri berharap Pemuda Katolik ikut menguatkan nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Sekaligus membangun ruang kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dengan jajaran pengurus baru organisasi kepemudaan tersebut.
Dalam audiensi tersebut, Erika Tamsil menyampaikan kehadiran mereka sebagai pengurus baru di tubuh Pemuda Katolik Kota Makassar, ingin membuka ruang komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah kota.
“Kami datang bersilaturahmi sekaligus ingin membangun kolaborasi ke depan. Sebagai pengurus baru, kami berharap bisa berjalan bersama Pemkot dalam berbagai kegiatan yang sejalan dengan pembangunan Kota Makassar,” ujarnya.
Munafri Arifuddin pun menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota selalu memberikan ruang bagi pemuda untuk tampil, berkarya, dan berkontribusi.
“Saya selalu bilang, kalau pemuda, ayo! Apapun bentuknya, kita support. Karena kita berharap pemuda hadir memberikan koreksi. Kami tidak mau berada di zona nyaman tanpa ada kritik dan masukan dari generasi muda,” tegas Munafri.
Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak bisa hanya dilakukan pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk organisasi kepemudaan lintas agama dan latar belakang.
“Kita ingin membangun Makassar dengan melibatkan semua unsur. Tidak boleh ada satu pihak yang ditinggalkan. Semuanya harus berpartisipasi. Kolaborasi itu kunci,” jelasnya.
Munafri menambahkan, kehadiran para pemuda dengan energi dan gagasan segarnya selaras dengan semangat Pemerintah Kota Makassar yang mendorong partisipasi aktif kaum muda.
Ia menilai bahwa organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pandangan, kritik konstruktif, maupun ide-ide kreatif yang bisa memperkaya arah pembangunan kota.
“Yang saya inginkan sekarang adalah bagaimana semua pihak berkolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Pemuda Katolik tentu punya banyak program, banyak gagasan,” tambah Munafri.
(*)





