
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tahun 2025 ini menjadi momentum untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu strategis seperti stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemanfaatan teknologi digital hingga program urban farming berbasis pengelolaan sampah,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan SMEP dapat menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik antar kecamatan.
Menurutnya, program pengelolaan sampah saat ini sangat penting.
Melalui Makassar Eco Circular Hub, ada 4 kelurahan yang dijadikan pilot project pengelolaan sampah di Makassar yaitu kelurahan Baru, Untia, Paropo dan Panambungan.
“Saya harapkan juga setiap kelurahan bekerja sama dengan RT/RW membuat inovasi untuk pengelolaan sampah apa yang cocok di wilayahnya masing-masing. Opsi yang paling cepat itu adalah pembuatan teba modern atau lubang biopori besar, untuk mengurangi sampah ke TPA,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Biringkanaya, Juliaman S. Sos, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pembinaan yang terus diberikan oleh TP PKK Kota Makassar.





