
“MCH menjadi sarana yang dibuat pemerintah untuk mewadahi minat dan potensi anak-anak Makassar. Tujuannya agar mereka bisa diarahkan lebih spesifik—apakah ingin menjadi pengusaha, pekerja kreatif, atau profesional di bidang lain,” ungkap Munafri.
Melalui MCH, pemerintah kota menjembatani generasi muda dengan akses kerja, pelatihan, permodalan, dan pasar. Fasilitas yang tersedia pun disesuaikan dengan tren dan kebutuhan zaman, mulai dari pelatihan barista, makeup artist, musik, konten kreator, hingga ruang podcast gratis.
Munafri menyebut bahwa MCH pertama yang berlokasi di kawasan Pantai Losari merupakan prototipe awal yang akan direplikasi ke 15 kecamatan di Kota Makassar. Tahun ini, dua MCH baru telah masuk dalam rencana pembangunan.
“Ekspektasi saya, anak-anak muda Makassar bisa menyalurkan minat dan bakatnya, mendapatkan kesempatan yang sebelumnya sulit diakses, dan langsung terkoneksi dengan ekosistem kerja maupun usaha. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Makassar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Munafri menjelaskan, MCH lahir dari hasil riset dan benchmarking ke TESDA, lembaga pelatihan tenaga kerja terbesar di Filipina. Model tersebut kemudian disesuaikan dengan karakter lokal Makassar agar menjadi pusat pemberdayaan pemuda berbasis kreativitas dan ekonomi digital.





