
SOLUSIMEDIA.ID-MAKASSAR— Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tetap terjaga dan terus berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala OJK Sulselbar Mochammad Muchlasin menyampaikan, seluruh sektor keuangan – perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB) – menunjukkan kinerja positif dan sinergi kuat dalam menjaga fungsi intermediasi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
“Kinerja sektor keuangan di wilayah Sulampua masih solid. Ini menjadi bukti ketahanan ekonomi daerah yang tetap tumbuh di tengah tantangan global,” ujarnya.
Pada Agustus 2025, aset perbankan di Sulampua tumbuh 5,22 persen (yoy) dan mencapai Rp562,40 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp352,85 triliun, tumbuh 4,01 persen (yoy).
Meskipun pertumbuhan DPK sedikit melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, OJK menilai tren ini tetap sehat karena masyarakat masih memilih tabungan sebagai instrumen utama penyimpanan dana.
“Komposisi DPK yang didominasi tabungan hingga 57,31 persen mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas perbankan dan preferensi pada likuiditas tinggi,” jelasnya.
Penyaluran kredit perbankan Sulampua mencapai Rp440,97 triliun, tumbuh 4,02 persen (yoy) dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,97 persen.
OJK mencatat adanya moderasi pertumbuhan kredit, terutama pada segmen modal kerja, namun aktivitas intermediasi tetap berjalan efisien dan inklusif.
“Perlambatan bersifat sementara, karena industri perbankan lebih selektif menjaga kualitas pembiayaan. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terkendali di level 2,80 persen,” terang Kepala OJK Sulselbar.
Dengan fundamental keuangan yang kuat, OJK optimistis sektor jasa keuangan di Sulampua akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam pembiayaan produktif, UMKM, dan sektor prioritas daerah.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inklusi keuangan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke pelosok wilayah Sulampua,” tutupnya.(*)





