
“Tentu, ada kekurangan yang kami miliki, karena itu nasihat dan arahan para ulama adalah penyempurnanya,” harpa mantan bos PSM itu.
Munafri juga mengungkapkan rasa terima kasih karena selama proses demokrasi hingga ia terpilih menjadi Wali Kota, doa para ulama dan masyarakat menjadi kekuatan yang mengantarkannya menjalankan amanah memimpin. Lanjut dia, tidak ada yang mampu menghalangi kekuatan doa.
“Alhamdulillah, dulu saya hadir di majelis ini sebagai calon, hari ini saya hadir sudah sebagai Wali Kota Makassar. Tapi perjuangan ini tidak berhenti di sini, perjalanan ke depan masih panjang dan butuh kebersamaan,” ucapnya.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan Makassar harus dilakukan secara kolaboratif. Ditegaskan, Wali kota tidak bisa bekerja sendiri.
“Makassar harus maju dengan kekuatan persatuan dan keimanan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Tarekat Al Muhammadiyah Indonesia, KH. Amirullah Amri, menjelaskan bahwa fungsi tarekat adalah membina akhlak lahiriah dan batiniah.
Tarekat ini hadir bukan untuk memisahkan umat, tetapi untuk memperbaiki akhlak.
“Karena zaman sekarang ini banyak ujian yang tidak bisa dihadapi hanya dengan ilmu, tetapi harus dengan kekuatan hati dan bimbingan ruhani,” tuturnya.





