
Faridah juga mengingatkan bahwa gerakan pengelolaan sampah bisa dimulai dari kegiatan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
Ia mencontohkan program Jumat Bersih yang menjadi salah satu bentuk edukasi rutin kepada masyarakat agar peduli pada kebersihan lingkungan.
“Kita juga punya program Jumat Bersih. Itu bisa menjadi sarana mengedukasi masyarakat, baik melalui aksi langsung maupun melalui kebiasaan di rumah-rumah,” paparnya.
Lebih lanjut, Faridah mengajak para kader untuk membuat lubang biopori di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, biopori adalah salah satu langkah kecil namun berdampak besar dalam mengurangi sampah organik serta menjaga resapan air tanah.
“Buatlah lubang biopori di halaman atau lingkungan sekitar. Selain ramah lingkungan, ini juga bisa membantu mengelola sampah rumah tangga secara mandiri,” tuturnya.
Selain itu, Faridah mengatakan SMEP ini bukan hanya sekadar sidak administrasi agar tertib, tetapi juga menjadi ajang evaluasi program kerja PKK agar sejalan dengan sepuluh program pokok PKK serta selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar.





