
Ia menyebut, progres pembangunan Bendungan Jenelata saat ini telah mencapai sekitar 19 persen, dan diproyeksi selesai tahun 2028 mendatang. Andi Sudirman mendorong agar proses konstruksi dapat terus dipercepat, melalui kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Pendukung.
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), bendungan ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat.
“Kita ingin ke depan akselerasi konstruksi bisa lebih cepat lagi. In Syaa Allah, Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proyek investasi ini demi menggerakkan ekonomi. Kami berharap masyarakat sekitar dapat mendukung proyek besar ini karena dapat menghidupkan ekonomi, wisata dan pendapatan masyarakat penerima manfaat,” paparnya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Agus Salim, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, serta perwakilan dari BPN Kanwil Sulsel, dan PTPN.
(*)





