MakassarNews

Terima Silaturahmi HMI, Munafri Dorong Kolaborasi Penguatan SDM dan Lingkungan

“Sampah plastik itu punya nilai ekonomi. Pabrik mau beli antara Rp5.000 sampai Rp11.000 per kilogram. Kalau ini dikelola dengan baik melalui bank sampah, uangnya akan berputar di masyarakat,” jelasnya.

Munafri juga memaparkan bahwa Pemkot Makassar telah menjalankan sistem penanganan sampah terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ada empat metode utama yang diwajibkan diterapkan di tingkat RT/RW. Pembuatan komposter rumah tangga, Produksi eco-enzyme, Budidaya maggot, dan Pembuatan teba modern (lubang pengolahan sampah komunal)

BACA JUGA  Andi Asminullah Hadiri Penyerahan Hadiah Racing Parkir Digital untuk Dukung Percepatan Digitalisasi

“Target kami tahun 2027 adalah rumah tangga zero waste. Saya tegaskan, mulai tahun depan sampah rumah tangga yang tidak dipilah tidak akan diangkut petugas kebersihan. Ini sistem reward and punishment,” katanya.

Ia mencontohkan salah satu pelaku ekonomi sirkular di Makassar, pada Kecamatan Panakkukang, yang berhasil membudidayakan 600 kilogram maggot setiap hari.

Satu kilogram maggot makan 5 kilogram sampah organik. Dengan 600 kilogram maggot, dia butuh 3 ton sampah per hari.

“Sampahnya sekarang dikirim dari Pasar Kalimbu dan Pasar Terong. Hasil maggotnya jadi pakan lele dan ayam, dibuat tepung, bahkan dijual hidup,” tuturnya.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Tegaskan Komitmen Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Penyaluran Tepat Sasaran

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button