
“Wastra bukan hanya kain, tapi identitas dan kebanggaan budaya kita. Melalui ajang seperti ini, kami ingin memperkenalkan karya perajin Makassar agar bisa bersaing di kancah nasional bahkan internasional,” ujar Melinda.
Penampilan para peserta yang anggun dan penuh percaya diri disambut tepuk tangan penonton yang memadati area panggung utama Makassar Craft Expo 2025.
Dewan juri lomba ini terdiri dari perancang busana profesional dan pelaku industri kreatif menilai setiap karya berdasarkan kreativitas desain, kesesuaian tema, serta orisinalitas penggunaan bahan wastra lokal.
Dari hasil penjurian, juara pertama diraih oleh Nabila Zafira, yang merupakan perwakilan dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD). Juara kedua jatuh kepada Indah, perwakilan dari Ikatan Notaris Indonesia (INI). Berikutnya, juara ketiga berhasil diraih oleh Mutiara Lulik yang berasal dari perwakilan Bhayangkari Polrestabes Makassar dan Zakiyah Assegaf menjadi juara kategori peserta favorit.
Para pemenang mendapatkan simbolis penghargaan langsung dari Ketua Dekranasda Kota Makassar sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas mereka dalam mengangkat budaya lokal melalui fashion.





