
Ia mengapresiasi semangat kolaborasi seluruh jajaran Pemkot Makassar yang telah menyukseskan seluruh kegiatan, mulai dari persiapan hingga puncak acara yang hampir rampung, tersisa malam puncak acara pada sore hingga malam nanti.
“Alhamdulillah, acara puncak tadi berjalan hampir sempurna. Bahkan saya melihat suasananya seperti ulang tahun kota rasa provinsi. Tapi yang terpenting, semua kegiatan ini kita persembahkan untuk masyarakat Makassar,” ucapnya disambut tepuk tangan.
Munafri juga menyampaikan beberapa evaluasi dan arahan penting untuk pelaksanaan kegiatan di tahun-tahun mendatang. Ia menekankan agar seluruh agenda besar kota dapat dirancang lebih efisien dan berkarakter, tanpa tumpang tindih antar momentum peringatan.
“Kita punya tiga event besar tiap tahun—17 Agustus, Hari Kebudayaan, dan HUT Kota. Ke depan, masing-masing harus punya ciri khas tersendiri. Tidak perlu semua bernuansa adat atau seremonial yang mirip. 17 Agustus bisa fokus ke perlombaan, Hari Kebudayaan ke kegiatan budaya, dan HUT Kota ke hal yang berbeda lagi,” jelas Munafri.
Dalam kesempatan itu, Munafri mengingatkan jajarannya untuk meninjau kembali pola penggunaan anggaran kegiatan agar tidak berfokus pada seremonial belaka, melainkan lebih berdampak langsung kepada warga.





