
Melalui Rewako, telah tersertifikasi 152 UMKM binaan melalui empat angkatan pelatihan. Sementara perluasan program melalui Rewako Ekspor menghasilkan 100 UMKM alumni yang telah disiapkan untuk business matching dan perluasan jaringan pasar internasional.
Program pembinaan UMKM Bank Indonesia juga diikuti dengan pendampingan kesiapan ekspor.
Dalam materi presentasinya, Syaiful juga menyebut bahwa digitalisasi bagi UMKM tidak lagi bersifat opsional, tetapi wajib untuk memperkuat visibilitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha.
Ia menyebut tiga fase utama digitalisasi UMKM. Digital Presence yakni hadir di ruang digital dan mudah ditemukan, Digital Onboarding yakni terdaftar pada platform penjualan dan layanan keuangan, serta Digital Marketing menggunakan konten dan narasi untuk menciptakan brand dan loyalitas
“Digital presence itu bukan sekadar punya akun Instagram atau marketplace. UMKM harus bisa memastikan bahwa produknya ditemukan, dipahami, dan dipercaya,” tegasnya.
Menurutnya, strategi digital harus diikuti pendekatan storytelling, edukasi produk, dan pemahaman algoritma platform agar konten yang ditampilkan efektif menjangkau audiens.





