
Program MBG merupakan prioritas Presiden untuk membangun generasi sehat secara merata.
BPOM juga menyerahkan Nomor Izin Edar (NIE) kepada sejumlah pelaku usaha, sebagian besar dari sektor kosmetik.
Langkah ini menjadi penguatan terhadap UMKM agar dapat naik kelas dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Taruna menegaskan bahwa BPOM terus mendorong UMKM melalui pendampingan regulatori, keringanan biaya perizinan, dan optimalisasi DAK Non Fisik POM, terutama bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).

Selain itu, BPOM mengangkat tiga isu kesehatan nasional penting yang diperingati pada November: Hari Kesehatan Nasional, Hari Diabetes Sedunia, dan World Antimicrobial Resistance Awareness Week.
Taruna secara khusus menyoroti ancaman AMR (Antimicrobial Resistance) yang disebutnya sebagai silent pandemic, mengingat temuan BPOM bahwa 86,79% apotek di Kalimantan Selatan masih menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter.
Mengakhiri sambutannya, Taruna menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pengawasan obat dan makanan.
“Sinergi BPOM dan Pemda adalah jalan utama memastikan keamanan obat dan makanan, melindungi masyarakat, dan mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.”





