
“Kolaborasi ini memperkuat kualitas data, sekaligus membantu memastikan kebijakan yang kita ambil benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tambah Roem.
Terakhir, ia menyebut Smart City, War Room, dan terbaru aplikasi Lontara+ sebagai bukti kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menuju tata kelola berbasis data.
Masuk ke sesi inti, kegiatan menghadirkan dua narasumber. Narasumber, Kepala BPS Kota Makassar, Abd Hafid, memaparkan proses bisnis statistik yang diterapkan dalam sistem nasional serta pembagian peran antarinstansi dalam mendukung SDDI.
Hafid juga mengungkap perkembangan positif Kelurahan Cantik di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Tamalate, yang dinilai semakin baik dalam pengumpulan dan validasi data.
Narasumber kedua, Sekretaris Dinas Kominfo Makassar Ismawaty Nur, menjelaskan pentingnya peningkatan literasi data di tingkat kelurahan. Menurutnya, pengelolaan data menuntut pemahaman tentang teknik validasi, analisis, dan penyajian yang benar.
Pada kesempatan tersebut, Kominfo Makassar juga memberikan penghargaan kepada empat universitas mitra—Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Muhammadiyah Makassar, atas kontribusi aktif dalam mendukung program Kelurahan Cantik.





