
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar kembali melanjutkan rangkaian Jelajah Sampah Makassar 2025 pada hari kedua yang dipusatkan di Kecamatan Ujung Tanah pada Jumat, 21 November 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Makassar yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, M.Si., yang menegaskan bahwa pengelolaan sampah dari sumber merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kota.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman beserta jajaran, Camat Ujung Tanah, unsur Tripika, para lurah, para Kasi Kebersihan, serta perwakilan RT dan RW se-Kecamatan Ujung Tanah.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menjadi wujud nyata penguatan kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas kebersihan wilayah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih yang melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat di tingkat lingkungan.
Melalui kegiatan ini, total 37,2 kilogram sampah, baik organik maupun anorganik, berhasil dikumpulkan. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah sejak dari hulu.
DLH Makassar juga memberikan apresiasi kepada Tokoh Inspiratif Pengelolaan Kebersihan dan Tokoh Paling Aktif dalam aksi bersih Kecamatan Ujung Tanah.
Penghargaan ini diberikan untuk mendorong kepemimpinan warga dalam menjaga lingkungan serta memperkuat partisipasi berbasis komunitas.
Sebagai bagian dari edukasi publik, kegiatan menghadirkan talkshow yang membahas pentingnya tanggung jawab bersama dalam pengelolaan sampah.
Hadir sebagai narasumber, Wahyudi Munim Anugra, S.T. dari DLH Makassar, bersama Yayang Malil, Direktur Berdaur.id, yang memaparkan strategi membangun perilaku sadar lingkungan melalui pendekatan kolaboratif.
Dalam kegiatan ini, masyarakat juga dapat mengunjungi pameran daur ulang yang menampilkan berbagai inovasi dari komunitas dan UMKM, di antaranya:
- Pemuda Sulawesi Lawan Krisis Iklim yang menyajikan kampanye kesadaran pengelolaan sampah,
- UMKM Kelapana Sulsel dengan produk tas, topi, vas bunga, dan patonro dari sabuk kelapa muda,
- Komunitas Berdaur dengan produk kerajinan dari tutup botol daur ulang,
- UMKM Bio Urban yang mempromosikan pupuk organik berbahan kasgot untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan Workshop Daur Ulang Kertas oleh ARTANI, yang memberikan praktik langsung kepada peserta mengenai proses pemanfaatan kembali kertas bekas sebagai upaya mengurangi sampah.
DLH Makassar menegaskan bahwa kegiatan Jelajah Sampah Makassar 2025 merupakan wujud konsistensi pemerintah dalam mendorong:
- pengurangan sampah dari sumber,
- pembangunan budaya sadar lingkungan dan ekonomi sirkular,
- optimalisasi pemilahan serta daur ulang,
- dan penguatan komitmen menuju Makassar bebas sampah plastik.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, UMKM, dan masyarakat, DLH Makassar berharap langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menghasilkan perubahan besar bagi masa depan lingkungan kota.
Makassar diharapkan mampu mewujudkan visi sebagai kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warganya.
(*)





