Kasus Kecacingan Viral Jadi Alarm Serius Pentingnya Gizi dan Kebersihan Anak

SOLUSIMEDIA.ID — Kasus balita yang mengeluarkan cacing dari mulut dan hidung membuka kembali diskusi publik tentang masalah gizi anak di Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan infeksi cacing (kecacingan). Hal itu terkait kasus di Bengkulu, di mana seorang balita bernama Khaira Nur Sabrina (usia 1 tahun 8 bulan) terinfeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) disertai kondisi gizi buruk, anemia, dan bahkan larva cacing ditemukan di paru-parunya.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Seorang balita, Raya, meninggal karena sepsis, dan dalam tubuhnya juga ditemukan cacing keluar. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menanggapi hal ini dengan menekankan pentingnya edukasi higiene dan gizi sebagai upaya pencegahan.
Kecacingan dan Dampaknya
Infeksi cacing parasit biasanya ditularkan lewat tanah atau makanan yang terkontaminasi, juga faktor perilaku seperti tidak memakai alas kaki, mencuci tangan yang kurang, dan buang air sembarangan.
Pada anak-anak, infeksi cacing bisa sangat merugikan, menyerap nutrisi dari makanan yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk tumbuh kembang, menyebabkan nafsu makan turun, anemia, kekurangan energi kronis, hingga gagal tumbuh (stunting).
Jika tidak mendapat penanganan tepat, infeksi bisa menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan saluran cerna, kerusakan organ, bahkan kematian. Menurut WHO, pada 2023 lebih dari 267 juta anak prasekolah di dunia berisiko terkena infeksi cacing parasit, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.
Intervensi dan Pencegahan





