
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari keempat dengan fokus utama pada penguatan budaya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Panakkukang ini dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, M.Si., yang mewakili Wali Kota Makassar dalam pembukaan kegiatan.
Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar beserta jajaran, Camat Panakkukang, unsur Tripika Kecamatan Panakkukang, lurah se-Kecamatan Panakkukang, para Kasi Kebersihan, RT/RW, serta satgas kebersihan kecamatan.
Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen kolaboratif dalam mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih yang melibatkan jajaran kecamatan, lurah, RT/RW, Kasi Kebersihan, serta masyarakat.
Dari pelaksanaan aksi tersebut, terkumpul total 58,7 kilogram sampah organik dan anorganik.
Selain itu, panitia memberikan apresiasi kepada Tokoh Inspiratif Pengelolaan Kebersihan dan Tokoh Paling Aktif dalam aksi bersih di Kecamatan Panakkukang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan juga diisi dengan talkshow menghadirkan Luthfi Diana Wati, Pejabat Pengawas Lingkungan Ahli Madya, serta Mashud Azikin dari Dewan Lingkungan Kota Makassar.
Talkshow ini mengangkat tema “Tumpuk sampah, Rumah kreasi ceceng, Payabo’, Kelapana Sulawesi, M giv toys” yang menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sampah.
Acara ditutup dengan workshop pemanfaatan limbah sabut kelapa bersama Kelapana Sulawesi, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah berbahan alami.
Melalui kolaborasi antara Kecamatan Panakkukang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, komunitas, UMKM, dan masyarakat, kegiatan ini menegaskan kembali bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah tangga merupakan langkah fundamental dalam mencapai target lingkungan kota.
Semangat kebersamaan ini terus didorong agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi budaya bersama seluruh lapisan masyarakat.
(*)





