
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) resmi menutup rangkaian Pelatihan Petugas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang telah berlangsung sejak 24 hingga 26 November 2025.
Kegiatan yang dihadiri Penanggung Jawab SNLIK BPS Sulsel Kusmiyati beserta jajarannya, mentor, perwakilan unit kerja OJK, dan seluruh peserta pelatihan ini digelar sebagai upaya untuk memetakan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terkini.
Selain itu, menurutnya hasil survei akan dijadikan bahan evaluasi terhadap efektivitas program literasi dan inklusi keuangan yang terarah dan terukur.
Dalam sambutan penutupan, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Amiruddin Muhidu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan selama tiga hari ini.
Pelatihan dinilai berjalan dengan maksimal berkat komitmen seluruh peserta dalam mengikuti setiap materi yang diberikan.
Para peserta diketahui telah mendapatkan pembekalan lengkap seputar penggunaan kuesioner survei, pengoperasian perangkat lunak pendukung, serta pemahaman terhadap Buku Pedoman Konsep dan Definisi, Buku Penjelasan Umum, hingga teknik probing dan aspek teknis lainnya yang akan digunakan saat pengumpulan data di lapangan.
Amiruddin menegaskan bahwa keberhasilan survei ini sangat bergantung pada kualitas kerja para petugas lapangan.

Data hasil survei literasi dan inklusi keuangan memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai bahan evaluasi tingkat pemahaman serta akses keuangan masyarakat, tetapi juga menjadi dasar perumusan kebijakan nasional.
“Hasil survei ini akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah, OJK, akademisi, serta para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih responsif dan terukur. Pada akhirnya, data yang akurat akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amiruddin.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, ketelitian, dan profesionalitas petugas dalam menjalankan tugas lapangan.
Keakuratan data yang dikumpulkan akan menentukan kualitas keputusan yang diambil oleh pemerintah dan lembaga terkait.
Di akhir sambutannya, Amiruddin menyampaikan apresiasi kepada BPS Provinsi Sulsel atas penyelenggaraan pelatihan dan kontribusinya dalam mendukung suksesnya Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026.
(*)





