
Selain membahas kelanjutan proyek, Munafri juga memaparkan upaya Pemkot Makassar menggali peluang bantuan hibah dari Jepang, khususnya terkait kebutuhan transportasi kapal yang bisa membantu masyarakat di Pulau milik Pemkot Makassar.
Baik darat, sungai, maupun laut. Apalagi Jepang punya alat transportasi yang baik dan terus diperbarui setiap tahun.
“Transportasi kapal penumpang yang akan membantu kami pergunakan untuk lalu lintas antarpulau. Kapalnya tidak perlu besar, kapasitas 30 sampai 50 orang, supaya operasionalnya tidak besar,” tambah Appi.
Ia menambahkan, hibah bus untuk transportasi pelajar juga menjadi salah satu harapan Pemkot Makassar, untuk mengangkut anak sekolah.
Tak hanya itu, isu ketenagakerjaan turut menjadi fokus pembahasan. Munafri menilai kondisi Jepang yang tengah mengalami kekurangan tenaga kerja dapat menjadi peluang besar bagi anak muda Makassar untuk mendapatkan pengalaman bekerja di luar negeri.
“Kami berharap bisa dihubungkan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sehingga mereka bisa mengirimkan mentor atau trainer ke Makassar untuk berangkat ke sini,” urainya.





