
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Program Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari ketujuh dan kali ini digelar di Kecamatan Biringkanaya pada Sabtu, 29 November 2025.
Kegiatan ini kembali menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat budaya pemilahan sampah dari sumbernya.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membiasakan pemilahan sampah mulai dari rumah sebagai langkah strategis mewujudkan visi besar Makassar Bebas Sampah 2029.
Pada pelaksanaan aksi bersih, Kecamatan Biringkanaya berhasil mengumpulkan 45,7 kilogram sampah organik dan anorganik.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen serta antusiasme masyarakat dalam mendukung tata kelola persampahan yang lebih baik.
Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya berbagai tenant penggiat daur ulang dan lingkungan, di antaranya Rumah Kreasi Ceceng, Payabo, Kelapana Sulawesi, serta Green Youth Celebes Community.
Keikutsertaan para tenant ini memberikan nilai edukatif terkait upaya pengurangan sampah melalui praktik kreatif dan berkelanjutan.

Selain aksi bersih, acara ini juga menghadirkan sesi talkshow bersama Andi Nurdianzah dari Dewan Lingkungan serta Sub Koordinasi Edukasi, Promosi, Monitoring & Evaluasi Persampahan.
Diskusi tersebut membahas pentingnya edukasi berkelanjutan, pemahaman regulasi persampahan, hingga informasi terkait pelaksanaan lomba kelurahan.
Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop “Langkah Kita” dari Rappo: Recycle Plastic, yang memberikan pembekalan praktis mengenai pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Kecamatan Biringkanaya menjadi salah satu contoh nyata upaya kolektif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan menuju Makassar Bebas Sampah 2029.
(*)





