
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 50 juta, dilengkapi dengan hadiah tambahan untuk kategori video konten dan kostum terbaik.
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan identitas budaya—seperti songkok patonro—saat start dan finish, termasuk ketika membuat konten yang dilombakan.
Kepala Bidang Kekayaan Warisan dan Promosi Budaya Disbud Kota Makassar, Lutfi, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program promosi seni, budaya, dan sejarah Kota Makassar.
Konsep rally yang dihadirkan pun berbeda dari biasanya, karena peserta akan diajak menelusuri berbagai situs bersejarah dan titik cagar budaya di Kota Anging Mamiri dengan rute yang melewati jalan protokol serta kawasan bersejarah.
Para peserta akan dibekali petunjuk soal (q-sheet) yang menambah unsur eksplorasi dalam kegiatan.
Melalui pendekatan ini, Disbud Makassar berharap Makassar Urban Heritage City Rally dapat menjadi media edukasi publik yang menyenangkan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap kekayaan budaya dan sejarah kota.
(*)





