
Dalam laporannya Helmy menjelaskan bahwa Festival Daur Bumi 2025 menghadirkan beragam kegiatan yang mencakup edukasi, demonstrasi, hingga hiburan.
Rangkaian aktivitas yang disiapkan antara lain. Pelatihan daur ulang, praktik pemilahan sampah, pameran produk dan kreasi ramah lingkungan, diskusi peduli lingkungan, aksi bersih, hingga games dan hiburan bertema lingkungan.
Dia juga melaporkan bahwa festival ini menghadirkan total 45 booth. Sebanyak 30 booth berasal dari berbagai komunitas dan mitra lingkungan, sementara 15 booth lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan Dekranasda Kota Makassar.
“Kami membuka 30 booth, dan bekerja sama dengan Dekranasda Kota Makassar sebanyak 15 booth. Sehingga total booth yang hadir hari ini berjumlah 45 booth,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif, membentuk perilaku baru dalam pengelolaan sampah, serta menyebarkan semangat perubahan ke seluruh lapisan masyarakat.
Helmy juga menyampaikan bahwa Festival Daur Bumi 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dengan target audiens sebanyak 10.000 pengunjung. Pada hari pertama pembukaan, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi.





