SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia menggelar konferensi pers nasional pada Jumat, (19/12/2025), untuk menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Acara diselenggarakan di Posko Nasional Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan perwakilan instansi terkait. Konferensi pers dipimpin oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menyampaikan komitmen pemerintah dalam upaya percepatan penanganan dampak bencana. Teddy menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah mobilisasi sumber daya nasional secara penuh, meskipun status bencana nasional secara formal belum ditetapkan. Ia menegaskan bahwa langkah penanganan tetap berjalan responsif dan terkoordinasi.  Dalam kesempatan yang sama, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan lebih dari 50.000 personel gabungan, termasuk unsur TNI, Polri, Basarnas, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan untuk operasi penyelamatan, evakuasi, dan distribusi bantuan. Pemerintah juga menerjunkan lebih dari 100 unit pesawat, kapal, dan helikopter serta sekitar 1.000 unit alat berat untuk mendukung percepatan distribusi logistik dan pemulihan akses di wilayah terdampak. Konferensi pers dihadiri pula oleh perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyampaikan update data korban dan kerusakan, serta rencana lanjutan penanganan. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi berjalan terencana. Pemerintah juga menegaskan dukungan untuk kelompok rentan yang terdampak bencana, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penyintas dengan kebutuhan khusus. Pernyataan ini menguatkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan, psikososial, dan akses pemulihan dalam fase transisi dari tanggap darurat ke pemulihan jangka menengah. Melalui konferensi pers ini, pemerintah kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi dalam membantu proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh dukungan yang berkualitas dan berkelanjutan. (*)