
Meski demikian, secara agregat, jika digabungkan antara wisatawan nusantara dan mancanegara, total kunjungan wisatawan ke Kota Makassar pada 2025 tetap mengalami peningkatan sekitar 10 persen, dengan wisatawan nusantara menjadi penopang utama pertumbuhan.
Mantan Kepala BPBD Kota Makassar itu mengungkapkan, pihaknya juga mencatat bahwa tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan signifikan di atas bulan Juni (semester kedua), seiring padatnya kalender event dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata menempati peringkat ketiga sebagai subsektor pendukung utama perekonomian Kota Makassar.
Ketangguhan sektor ini dinilai tidak perlu diragukan, mengingat saat pandemi Covid-19 pariwisata sempat terkontraksi, namun satu tahun setelahnya langsung tumbuh hingga 4 persen, meski belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.
Berdasarkan estimasi internal, rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara di Makassar berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per kunjungan, sementara wisatawan mancanegara berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta per kunjungan, mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, dan belanja ekonomi kreatif.





