
Ia menekankan bahwa isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga dan masyarakat.
Oleh karena itu, program-program KKN yang menyasar pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dinilai sangat relevan dengan gerakan PKK dan agenda lingkungan Kota Makassar.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan perubahan berkelanjutan.
Melalui KKN Tematik, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja secara seremonial, tetapi mampu meninggalkan dampak jangka panjang yang dapat diteruskan oleh warga setempat.
“Kami berharap apa yang sudah dimulai oleh adik-adik mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN selesai. Dengan edukasi yang diberikan, kebiasaan baik yang ditanamkan, semoga adik-adik dapat menjadi agent of change untuk lingkungan Kota Makassar yang lebih bersih dan sehat”, tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program KKN Tematik Angkatan 59 berjalan sesuai dengan tujuan, sekaligus sebagai bahan perbaikan dan penguatan konsep KKN berbasis kebutuhan masyarakat ke depan.





