
Ia meminta agar ketersediaan obat-obatan selalu terjaga dan penanganan medis dilakukan secara cepat apabila ditemukan pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan atau menunjukkan gejala penyakit.
“Saya juga sudah sampaikan kepada petugas kesehatan untuk memastikan suplai obat-obatan tersedia,” tuturnya.
“Jika ada warga yang terdampak dan mengalami gejala penyakit, harus segera dilakukan intervensi cepat. Bila diperlukan, langsung dirujuk ke Puskesmas terdekat,” sambung Appi.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPBD Kota Makassar, sejumlah lokasi pengungsian banjir di wilayah Kecamatan Biringkanaya, tercatat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Para pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian utama, yakni Kantor Lurah Katimbang, UPT SPF SD Negeri Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, serta Masjid Lailatul Qadar Blok AF.
Di Kantor Lurah Katimbang, tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) dengan total 61 jiwa yang mengungsi.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 22 jiwa laki-laki dewasa dan 20 jiwa perempuan dewasa, 10 anak-anak yang terbagi atas 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.





