SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Museum Kota Makassar mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan jumlah kunjungan yang melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian ini diumumkan melalui unggahan resmi Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar pada 31 Januari 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat atas antusiasme dan kepercayaan yang terus terjaga terhadap museum sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya. Dalam unggahan tersebut, Disbud Kota Makassar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah menjadikan Museum Kota Makassar sebagai ruang belajar, mengenal, serta merawat sejarah sepanjang tahun 2025. Tingginya minat kunjungan dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal. Disbud Kota Makassar mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, target jumlah pengunjung Museum Kota Makassar ditetapkan sebanyak 5.900 orang. Namun, capaian realisasi kunjungan berhasil melampaui angka tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap berbagai program edukasi, pameran, serta aktivitas kebudayaan yang diselenggarakan museum. Museum Kota Makassar tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer koleksi sejarah, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang inklusif, edukatif, dan interaktif. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, hingga wisatawan, tercatat aktif mengunjungi museum sebagai sarana pembelajaran sejarah Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum. Disbud Kota Makassar menilai capaian ini sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola museum, serta partisipasi aktif masyarakat. Kepercayaan publik menjadi modal penting dalam upaya berkelanjutan untuk menjaga dan menghidupkan narasi sejarah melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui momentum ini, Disbud Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program kebudayaan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada edukasi publik. Ke depan, Museum Kota Makassar diharapkan semakin berperan sebagai pusat literasi sejarah, ruang dialog budaya, serta wadah pelestarian memori kolektif Kota Makassar. Disbud Kota Makassar juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi bagian dari perjalanan budaya berikutnya, dengan bersama-sama menjaga, merawat, dan menghidupkan cerita sejarah agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi mendatang. (*)