
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Sejumlah obat yang kerap digunakan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan ternyata memiliki potensi dampak negatif terhadap kesehatan jantung, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan medis.
Para ahli mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam menggunakan obat, khususnya bagi penderita penyakit jantung dan hipertensi.
Berikut daftar obat sehari-hari yang perlu diwaspadai:
- Obat Pereda Nyeri (NSAID)
Obat seperti ibuprofen dan naproxen dapat meningkatkan tekanan darah serta menambah risiko gagal jantung jika digunakan terlalu sering atau dalam dosis tinggi. - Obat Flu dan Pilek dengan Dekongestan
Kandungan seperti pseudoefedrin dapat memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah, sehingga berisiko bagi penderita penyakit jantung. - Obat Asam Lambung Tertentu
Penggunaan jangka panjang pada beberapa jenis obat lambung dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit yang berperan penting dalam kerja jantung. - Obat Diabetes Generasi Lama
Beberapa obat diabetes diketahui memiliki efek samping terhadap fungsi jantung jika tidak digunakan sesuai anjuran dokter. - Obat Penurun Berat Badan
Obat diet tertentu dapat mempercepat denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah, sehingga membahayakan sistem kardiovaskular. - Obat Kemoterapi Tertentu
Meski penting dalam pengobatan kanker, beberapa jenis obat kemoterapi dapat melemahkan otot jantung bila tidak dipantau secara ketat. - Obat Herbal dan Suplemen Tanpa Pengawasan
Produk herbal yang diklaim “alami” tetap berpotensi memengaruhi tekanan darah dan irama jantung jika dikonsumsi sembarangan.
Para tenaga medis menegaskan bahwa obat-obatan tersebut bukan untuk dihindari sepenuhnya, namun harus digunakan secara bijak sesuai dosis dan anjuran profesional kesehatan.





