
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyambut hangat seluruh peserta Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang dirangkaikan dengan kegiatan “Gala Dinner” Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), diselenggarakan oleh Poltekkes Kementerian Kesehatan RI, di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Makassar, sangat senang atas kehadiran seluruh delegasi dan peserta workshop, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Puji dan syukur, malam ini kita dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban pada Gala Dinner rangkaian Workshop tentang Pengelolaan Kesehatan Anak untuk tenaga kesehatan di Makassar,” ujar Appi, di pada jamuan makan malam di Baruga Anging Mamiri (Rujab) Wali Kota Makassar, Rabu (21/1/2026) malam.
Menurut Appi, pelaksanaan pertemuan internasional di Kota Makassar, memiliki arti yang sangat penting, khususnya dalam memperkuat upaya bersama menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi prevalensi stunting, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di daerah.
“Ini penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dan strategis dalam mencapai pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, adil, dan merata di Kota Makassar,” jelasnya.
Ia berharap hasil dari workshop ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi pengembangan layanan kesehatan, khususnya kesehatan anak.
Setelah mengikuti rangkaian workshop ini, tentu telah banyak kesimpulan penting yang dihasilkan. Ia berharap rekomendasi konkret dari seluruh peserta.
“Terutama terkait pengembangan layanan kesehatan anak di Makassar, agar pembangunan sektor kesehatan dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Poltekkes Makassar dan APEC atas kepercayaan menjadikan Kota Makassar sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional ini.
“Kami berharap momentum ini dapat menginspirasi lahirnya langkah-langkah strategis yang lebih efektif dan inovatif,” harapnya.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menemukan solusi baru dalam mengatasi berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi,” sambung mantan Bos PSM ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Makassar sebagai tuan rumah kegiatan internasional yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan anak.
“Workshop APEC ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan kesehatan anak,” ujarnya.
Diketahui, Indonesia terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan anak melalui pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang melibatkan ekonomi anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benyamin Paulus Octavianus, dalam sambutannya pada pembukaan workshop menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan pada tenaga kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
“Kesehatan anak merupakan landasan pengembangan sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, investasi dalam kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, dijalaskan, berdasarkan data World Population Review, angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di beberapa ekonomi maju seperti Singapura dan Hong Kong berada pada kisaran 1,5–6,2 per 1.000 kelahiran hidup.
Sementara di Indonesia tercatat 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, dan Papua Nugini mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup.
Perbedaan tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas hidup anak, tetapi juga berpengaruh terhadap pembangunan sosial dan ekonomi jangka panjang.
“Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang produktif serta mampu mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa depan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, melalui workshop ini, ekonomi APEC didorong untuk saling berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan kesehatan anak, khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan pelayanan kesehatan sejak usia dini.
Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan, terutama perawat, baik di tingkat komunitas, pelayanan kesehatan primer, maupun rumah sakit rujukan.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, diikuti oleh sembilan dari 21 ekonomi anggota APEC, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Filipina, Chinese Taipei, Thailand, dan Viet Nam.
Workshop ini menghadirkan pembicara utama dari Kementerian Kesehatan RI, serta narasumber dari berbagai organisasi internasional dan institusi akademik, antara lain UNICEF, WHO Western Pacific Region, Save the Children, UNFPA, Kolegium Kesehatan Anak, Toyama University, serta para akademisi dan pakar kesehatan anak.(*)





