
Solusi Manusiawi Untuk “Pasar Tumpah”
Selain fokus pada pasar permanen seperti Pasar Sambung Jawa, Musrenbang kali ini juga menyoroti keberadaan pasar tumpah di wilayah Mariso, seperti: Pasar Lette dan Pasar Nuri Baru (Depan Kampus AMI Veteran).
Ali menyadari bahwa aktivitas pasar di bahu jalan, termasuk Pasar Sambung Jawa, sering kali mengganggu arus lalu lintas dan ruang publik.
Namun, ia memberikan jaminan bahwa penataan tidak akan dilakukan secara represif.
Komitmen Perumda Pasar Makassar Raya
Tidak Mematikan Usaha: Pemerintah kota tetap mendukung eksistensi pedagang kecil.
Relokasi Terencana: Jika penertiban dilakukan, pedagang akan direlokasi ke tempat yang lebih layak.
Dialog Terbuka: Mengutamakan komunikasi agar penataan kota dan ekonomi kerakyatan berjalan beriringan.
”Kami ingin mencari solusi yang adil. Penataan kota harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pedagang kecil. Kuncinya adalah lokasi yang tepat agar ekonomi warga tetap hidup,” tegasnya.
Harapan Baru untuk Pasar Tradisional
Melalui forum Musrenbang ini, aspirasi dari Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat akan menjadi bahan evaluasi utama bagi Perumda Pasar Makassar Raya, dalam menyusun program kerja.





