
Pada tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp46 miliar untuk penanganan 4,8 kilometer, dengan sisa pekerjaan dilanjutkan pada tahun 2027.
Termasuk pula penanganan Matano Belt Road dengan panjang ruas mencapai 33 kilometer.
Secara akumulatif, total dana pembangunan yang dialokasikan ke wilayah Luwu Raya sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,041 triliun.
Nilai tersebut menunjukkan belanja pembangunan yang diterima Luwu Raya lebih besar dibandingkan kontribusi pendapatan daerahnya ke kas Pemprov Sulsel yang sebesar Rp806 miliar.
Irwan menegaskan, perbandingan data ini mencerminkan arah kebijakan fiskal Pemprov Sulsel yang menempatkan pemerataan dan keadilan pembangunan sebagai prioritas utama.
“Kebijakan ini disusun untuk memperkuat struktur ekonomi regional dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar yang berkelanjutan, dengan Luwu Raya sebagai salah satu lokomotif pembangunan Sulawesi Selatan ke depan. Ini juga menjadi bentuk keterbukaan informasi publik agar masyarakat memahami basis pengambilan keputusan anggaran pemerintah provinsi,” pungkasnya.
(*)





