
Menurutnya, ibu memiliki posisi sentral sebagai pendidik pertama di rumah tangga, terutama dalam membiasakan pola hidup bersih dan sehat, mendorong deteksi dini kesehatan, serta menyebarkan edukasi kesehatan di lingkungan sekitar.
“Melalui kebiasaan sederhana di rumah, ibu dapat menjadi agen perubahan yang menekan risiko kanker. Edukasi, kepedulian, dan keberanian untuk memeriksakan diri sejak dini adalah kunci,” jelasnya.
Melinda Aksa juga menegaskan komitmen PKK Kota Makassar untuk terus mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker, termasuk melalui edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Ia berharap masyarakat tidak lagi merasa takut atau ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta dapat saling menguatkan dan memberi dukungan moral kepada para penyintas kanker.
“Pencegahan dan penanganan kanker membutuhkan kolaborasi dan empati. Tidak ada yang berjalan sendiri,” tambahnya.
Tidak lupa ia menyampaikan apresiasi kepada Makassar Cancer Care Community (MC3), para tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan World Cancer Day.





