
“Syakban adalah bulan persiapan. Kita menyiapkan diri secara spiritual agar ketika Ramadan datang, kita benar-benar siap memaksimalkan ibadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Munafri juga meminta seluruh perangkat daerah untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan secara konsisten dan sederhana, namun bermakna. Menurutnya, peringatan hari besar Islam memiliki dasar historis yang kuat dan berfungsi sebagai sarana penguatan nilai-nilai moral di lingkungan birokrasi dan masyarakat.
“Kegiatan keagamaan seperti ini harus terus kita laksanakan bersama. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang saling mengingatkan dan memperkuat nilai keimanan,” jelasnya.
Terakhir, Munafri mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk serta memanfaatkan momentum hari Jumat sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, demi kebaikan Kota Makassar dan seluruh warganya.
Peringatan Isra Mikraj ini diisi dengan tausiah oleh Ust. Rahmat Qayyum, yang mengulas makna spiritual perjalanan Isra Mikraj serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam dan penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas.





