
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi para personel keamanan kampus.
Dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan pada Sabtu, 31 Januari 2026, Unhas memberi perhatian khusus kepada satuan pengamanan (Satpam) sebagai ujung tombak keamanan di lingkungan kampus.
Program diawali dengan serangkaian pemeriksaan kebugaran fisik untuk memastikan kesiapan tenaga keamanan dalam melaksanakan tugas operasional mereka. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari strategi holistik Unhas dalam memperkuat aspek keselamatan kerja di lingkungan akademik.
“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapsiagaan personel keamanan dalam menghadapi kondisi darurat di Lingkungan Kampus,” ungkap Kepala Subdirektorat Sistem Jaminan K3 dan Kesejahteraan Unhas, Prof. Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes.
Sebagai bagian dari agenda keseluruhan, Satpam Unhas dibekali pelatihan teknis yang mencakup pelatihan Damkar (pemadam kebakaran) serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar peserta dapat bereaksi tepat saat menghadapi situasi darurat, seperti kebakaran atau kejadian tidak terduga lainnya.
Selain aspek praktik darurat, acara juga diisi dengan lomba cerdas cermat seputar prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan peserta, tetapi juga memperkuat internalisasi budaya K3 secara lebih partisipatif dan menyenangkan.
Unhas berharap bahwa momentum Bulan K3 ini mampu menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian dari budaya kampus yang diterapkan setiap hari, tidak sekadar seremonial tahunan.
“Melalui pelatihan P3K dan pemadam kebakaran, kami mendorong peningkatan kapasitas Satpam Unhas, agar mampu menangani potensi bahaya dan risiko kerja secara tepat dan cepat. Hal ini sekaligus mendukung penguatan budaya K3 di lingkungan Universitas Hasanuddin,” ujar Prof. Lalu.
(*)





