NewsRegionalRegionalSulawesi

Pemprov Sulsel Tingkatkan Kewaspadaan untuk Antisipasi Virus Nipah

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Meningkatnya perhatian terhadap perkembangan kasus Virus Nipah di berbagai belahan dunia memicu respons dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna memperkuat kesiapsiagaan di tingkat daerah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal P2 Nomor HK.02.02/C/445/2026 tertanggal 30 Januari 2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah.

Surat edaran ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan untuk mengintensifkan kewaspadaan terhadap virus yang masuk dalam kelompok Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Dalam menghadapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, termasuk pemantauan perkembangan kasus global melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan, serta penguatan surveilans terhadap kasus ILI, SARI, pneumonia, dan ensefalitis.

BACA JUGA  Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Serahkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Pemkab Sidenreng Rappang pada Hari Jadi ke-682

Selain itu, upaya antisipatif juga mencakup peningkatan kewaspadaan dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dan penguatan rumah sakit sentinel Penyakit Infeksi Emerging, khususnya di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare dengan dukungan pemeriksaan laboratorium.

Koordinasi lintas sektor turut diperkuat bersama Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan penguatan site sentinel ILI di Puskesmas Sudiang Kota Makassar.

Berdasarkan data terkini, Evi memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kasus Virus Nipah di Sulsel masih nihil. Informasi ini juga merupakan hasil koordinasi dengan Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar,” tegasnya.

Meskipun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk merespon potensi ancaman Penyakit Infeksi Emerging di wilayah tersebut.

BACA JUGA  UNHAS dan Kukar Jalin Kolaborasi Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun mengikuti informasi resmi pemerintah, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tidak biasa, seperti demam disertai gangguan pernapasan atau gangguan saraf.

Upaya pencegahan lainnya meliputi menjaga kebersihan makanan, mencuci buah secara menyeluruh, membuang buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar, dan menghindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.

“Dengan kesiapsiagaan yang terkoordinasi dan kewaspadaan berkelanjutan, kami berharap Sulawesi Selatan siap menghadapi potensi ancaman Penyakit Infeksi Emerging, termasuk Virus Nipah, tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat,” pungkas Evi.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button