
Lebih jauh, dalam penjelasan yang disampaikan Ketua PBNU, Presiden juga memaparkan bahwa keputusan Indonesia untuk aktif terlibat dalam BoP merupakan bagian dari strategi diplomasi luar negeri yang realistis dan selaras dengan konsolidasi negara-negara Islam dan Timur Tengah yang sama-sama berkomitmen mendukung perjuangan Palestina.
“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam Dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam Dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” lanjutnya.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kewaspadaan agar seluruh kebijakan yang diambil tidak justru berdampak negatif bagi rakyat Palestina.
Presiden mengatakan bahwa Indonesia akan melaksanakan pendekatan ini dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan dukungan yang diberikan benar-benar efektif.
“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza, tapi juga nanti akan dikembangkan dalam istilah-istilah yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” tambahnya.





