
Menurutnya, pembangunan hukum yang berkeadilan tidak hanya ditopang oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh integritas, moralitas, dan keberpihakan pada nilai keadilan.
“Pemprov terus mendorong ALSA dalam melahirkan calon-calon praktisi hukum yang profesional dan berkarakter serta mampu menjaga marwah dan kehormatan hukum di masa depan,” cetusnya.
Diketahui, ALSA Local Chapter (LC) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuang rumah penyelenggara NMCC MA XXVI.
Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam hukum pidana, tetapi juga membentuk karakter calon penegak hukum yang berintegritas, baik sebagai hakim, jaksa, maupun advokat.
(*)





