
“Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan,” tegasnya.
Munafri juga menekankan pentingnya tata kelola bantuan sosial yang adil dan transparan. Pemerintah Kota Makassar akan memaksimalkan sistem pembagian bansos dan sembako berbasis digital agar tepat sasaran.
“Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa.
“Sekolah bukan penjual baju. Pemerintah menyediakan dua pasang seragam setiap tahun ajaran baru untuk anak-anak kita,” terangnya.
Munafri juga menyampaikan pengembangan Makassar Creative Hub sebagai ruang pengembangan kapasitas anak muda, perluasan akses air bersih oleh PDAM, serta pembangunan Stadion Untia yang ditargetkan rampung pada 2027–2028.
Di akhir arahannya, Munafri menegaskan komitmen integritas pemerintahan dengan melarang segala bentuk pungutan liar di tingkat kelurahan.
RT dan RW diminta aktif mengawasi serta melaporkan oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan.





