
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga memaparkan refleksi kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang dituangkan dalam buku Babad Alas.
Ia menggambarkan kepemimpinan sebagai perjalanan panjang layaknya lari maraton yang membutuhkan strategi, ketahanan, dan konsistensi hingga garis akhir.
Menurutnya, kepala daerah harus mampu mencicil harapan masyarakat secara bertahap, mengelola berbagai kepentingan pemangku kepentingan, serta merawat dukungan akar rumput dan elit secara seimbang.
Sementara itu, Munafri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Bima Arya yang lahir sebagai representasi penilaian Pemerintah Pusat terhadap perkembangan Kota Makassar.
Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pembenahan birokrasi dan pelayanan publik yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
βIni tentu menjadi motivasi bagi kami di Pemerintah Kota Makassar untuk terus bekerja, berbenah, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat,β ujar Munafri.





