
Ia menegaskan, manajemen risiko iklim dipandang sebagai komponen strategis dalam arsitektur pengawasan, yang menjembatani kebijakan transisi nasional dengan tata kelola sektor keuangan, manajemen risiko, dan alokasi pembiayaan.
Luncurkan Working Group Indonesia–Inggris
Pada kesempatan tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing sebagai bentuk penguatan kerja sama strategis dalam memobilisasi pendanaan berkelanjutan.
Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut kemitraan strategis yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.
Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Permodalan Perbankan Tetap Kuat
Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan nasional memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan terkait iklim dalam skenario transisi yang dikelola secara baik. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan regulasi.





