
Ia menegaskan, stok BBM nasional yang berada di atas 20 hari masih masuk kategori aman. Namun pemerintah tetap melakukan penghitungan dampak lanjutan, termasuk kemungkinan kenaikan harga minyak mentah dunia maupun hambatan distribusi.
“Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Bahlil menyatakan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN).
Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan langkah strategis dan antisipatif guna menghadapi dampak jangka panjang dari konflik yang berkembang.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap siaga melindungi kepentingan nasional serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, di tengah ketidakpastian geopolitik global yang terus berkembang.
(*)





