
“Kalau untuk bahan bakar mungkin Menteri SDM yang bisa menjelaskan, karena bukan ranah kami. Tapi kalau stok selama ini di Sulsel alhamdulillah cukup lumayan bagus,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan kenaikan inflasi, Pemprov Sulsel telah menyiapkan skema intervensi melalui program pasar murah yang direncanakan digelar serentak di 24 kabupaten/kota.
“Kita ada pasar murah, nanti akan serentak dua puluh empat kabupaten/kota. Biasanya memang dilakukan, tapi kita lihat kecenderungan inflasi,” katanya.
Namun demikian, Andi Sudirman menegaskan bahwa pasar murah tidak akan serta-merta digelar apabila kondisi harga masih stabil. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan dinamika pasar agar tidak mengganggu sistem distribusi dan mekanisme perdagangan yang telah berjalan baik.
“Kalau normal-normal saja, jangan juga pasar murah, nanti mengganggu sistem yang sudah terbangun dengan baik. Kalau lagi ada yang berjolak sedikit, baru kita lihat itemnya apa,” tambahnya.
Menanggapi prediksi potensi kelangkaan BBM apabila konflik berkepanjangan, ia menyatakan pihaknya akan menunggu arahan lebih lanjut dari kementerian terkait di tingkat pusat.





