NewsRegionalRegionalSulawesi

OJK Sulselbar: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Perbankan Tetap Tumbuh di Awal 2026

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Selatan dinilai tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global yang dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik. Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan positif pada sektor perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan yang stabil turut menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat.

“Periode Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat. Oleh karena itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Memasuki awal tahun 2026, sektor perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang stabil dengan sejumlah indikator utama yang terus mengalami pertumbuhan.

BACA JUGA  Jelang 3 Desember, Munafri Tegaskan Netralitas dan Transparansi Pemilihan RT/RW

Total aset perbankan tercatat mencapai Rp212,19 triliun atau tumbuh sebesar 5,90 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp145,27 triliun atau meningkat 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur DPK masih didominasi oleh tabungan dengan pangsa 59,80 persen, diikuti deposito sebesar 24,22 persen dan giro sebesar 15,99 persen.

Di sisi penyaluran kredit, total kredit perbankan di Sulawesi Selatan mencapai Rp173,03 triliun atau tumbuh 5,56 persen secara tahunan. Kredit produktif mendominasi penyaluran tersebut dengan porsi 52,88 persen, sementara kredit konsumtif juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 8,08 persen.

Kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 118,99 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 3,99 persen.

BACA JUGA  OJK Sulselbar Pastikan PUJK Beri Layanan  Ramah Disabilitas Melalui Pedoman Setara  

Perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan total aset mencapai Rp21,20 triliun atau tumbuh 26,19 persen secara tahunan. Penghimpunan DPK perbankan syariah tercatat sebesar Rp14,69 triliun atau meningkat 23,61 persen, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,92 triliun atau tumbuh 25,16 persen.

Penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memberikan kontribusi besar. Hingga Januari 2026, total kredit UMKM tercatat sebesar Rp61,58 triliun atau setara dengan 36,32 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan.

Kredit tersebut didominasi oleh usaha mikro dengan porsi 57,30 persen, disusul usaha kecil sebesar 27,72 persen dan usaha menengah sebesar 14,98 persen. Secara keseluruhan, kredit tersebut telah disalurkan kepada sekitar 909.544 debitur.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button