
Ia juga menilai aktivitas pasar menjelang H-8 Idul Fitri masih belum terlalu padat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas belanja masyarakat kemungkinan baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Melihat kondisi di pasar ini masih agak slow. Di H-8 ini pasar belum terlalu sesak. Tapi secara umum yang terkontrol oleh pemerintah semuanya berjalan sangat baik,” jelasnya.
Munafri juga menemukan adanya beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga, salah satunya kelapa.
Penurunan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh kebijakan larangan ekspor yang berdampak pada melimpahnya pasokan di dalam negeri.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti bawang mengalami kenaikan. Namun menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas toleransi mengingat permintaan masyarakat menjelang lebaran diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.
“Beberapa komoditas seperti bawang memang ada kenaikan, tapi ini masih dalam batas toleransi karena kebutuhan masyarakat minggu depan pasti akan meningkat,” katanya.
Wali Kota juga memberi perhatian khusus pada stabilitas harga telur. Ia menilai komoditas tersebut menjadi salah satu bahan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat menjelang Idul Fitri sehingga ketersediaan stok harus dijaga dengan ketat.





