
Mahasiswa, dosen, dan tenaga ahli dapat terlibat langsung dalam proses produksi dan pengembangan, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual.
“Kita ingin menjadikan SPPG ini berbasis riset, data, dan inovasi, Dengan begitu, dampaknya bisa berkelanjutan dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.” urai Prof. JJ.
Dalam peninjauan tersebut, Rektor menekankan perlunya percepatan operasional SPPG agar dapat segera difungsikan secara optimal. Seiring dengan pematangan berbagai aspek fasilitas dan sistem pendukung, SPPG diharapkan dapat segera beroperasi dan menjadi percontohan layanan pemenuhan gizi berbasis perguruan tinggi. (*/aya)





