
Salah satu potensi yang terus didorong adalah pengembangan wisata bahari di kawasan Kepulauan Spermonde. Gugusan pulau tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik investasi, baik di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif.
Selain itu, Pemkot Makassar juga mulai mengarah pada penguatan ketahanan pangan melalui konsep urban farming berbasis teknologi.
Dengan keterbatasan lahan, pendekatan pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT) dan greenhouse dinilai menjadi solusi masa depan.
Munafri bahkan mencontohkan keberhasilan Belanda dalam mengelola pertanian modern di tengah keterbatasan lahan.
Menurutnya, konsep serupa dapat diadaptasi di Makassar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan.
“Dengan teknologi, kita bisa memaksimalkan lahan terbatas menjadi sumber pangan yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai PSBM bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan momentum penting dalam memperkuat jejaring ekonomi berbasis diaspora Bugis Makassar.





