
“Melalui berbagai program strategis yang dikembangkan, Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya secara optimal,” jelas Prof. JJ.
Rektor juga menyoroti pentingnya pemerataan pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang selama ini masih cenderung terpusat di Pulau Jawa. Penguatan kolaborasi internasional dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas peran dalam ekosistem akademik global.
Dubes H.E. Peter M. Haymond menjelaskan kerja sama ini dipandang memiliki arah yang jelas dengan sejumlah program prioritas yang dapat segera diimplementasikan. Dukungan diarahkan pada penguatan kolaborasi yang berorientasi pada hasil, keberlanjutan, dan dampak jangka panjang.
“Unhas memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak yang dapat melibatkan universitas lain. Kami melihat peluang besar bagi Unhas untuk memimpin kolaborasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan riset akademik di kawasan ini,” jelas Dubes Haymond.
Salah satu pilar utama kolaborasi adalah keberlanjutan kerja sama dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (US CDC), khususnya melalui program Field Epidemiology Training Program (FETP). Program ini telah berperan penting dalam mencetak epidemiolog yang kompeten serta memperkuat kapasitas respons kesehatan masyarakat di Indonesia.





