
Dalam berbagai kesempatan, Takaichi menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk meredakan konflik. Ia bahkan telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara seperti Filipina, Malaysia, dan Kepulauan Marshall guna mengajak mereka bergabung dalam pernyataan bersama terkait keamanan Selat Hormuz.
Pernyataan bersama tersebut sebelumnya diumumkan menjelang pertemuan puncak Jepang–Amerika Serikat. Dokumen itu secara tegas mengkritik penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran serta menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi internasional.
Jepang sendiri disebut berperan aktif sejak tahap awal dalam penyusunan dokumen tersebut dan menjadi salah satu anggota pendiri koalisi.
Dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, Takaichi juga menegaskan komitmen Jepang untuk memperluas dukungan global terhadap inisiatif ini.
“Pemerintah Jepang kini juga berupaya mengajak negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk bergabung dalam koalisi tersebut. Apalagi besok langsung bertemu dengan Presiden Indonesia,” tambahnya.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Jepang dalam memperkuat tekanan internasional terhadap Iran sekaligus membangun dukungan global guna memastikan keamanan jalur laut strategis yang berperan penting bagi stabilitas ekonomi dunia.





