
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut pengumuman resmi kebijakan tersebut kemungkinan akan disampaikan dalam waktu dekat.
“Sabar saja, saya dengar kemungkinan besar akan disampaikan resmi besok,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Meski demikian, Tito belum merinci skema pelaksanaan kebijakan WFH tersebut. Ia menegaskan tidak ingin mendahului pengumuman resmi dari pemerintah.
Setelah kebijakan diumumkan, Kementerian Dalam Negeri akan memberikan imbauan lanjutan kepada pemerintah daerah terkait implementasinya.
Rencana penerapan WFH ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran, seiring meningkatnya tekanan ekonomi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan tersebut akan ditetapkan pada Maret 2026.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta.
“Pokoknya akan ditetapkan bulan ini,” kata Airlangga.
Namun hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara rinci waktu pemberlakuan kebijakan tersebut.
Airlangga hanya menegaskan bahwa masih ada waktu sebelum pengumuman resmi dilakukan kepada publik.
Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi pola kerja baru yang diterapkan secara nasional, sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga efisiensi di tengah dinamika ekonomi global.
(*)





